Monday, May 7, 2012

INTERAKSI ANTARA POHON – TANAH – TANAMAN SEMUSIM : KUNCI KEBERHASILAN ATAU KEGAGALAN DALAM SISTEM AGROFORESTRI


INTERAKSI ANTARA
 POHON – TANAH – TANAMAN SEMUSIM :
KUNCI KEBERHASILAN ATAU KEGAGALAN DALAM SISTEM AGROFORESTRI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agroforestri



Disusun oleh :
Nurul Sofiati               (2009-41-003)


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2011

1. PENDAHULUAN
Pada sistem campuran (agroforestri) jarak tanam antar tanaman mengakibatkan “interaksi” yaitu proses saling mempengaruhi, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, antar komponen penyusun.
2. INTERAKSI POHON – TANAH – TANAMAN SEMUSIM
Guna menghindari kegagalan agroforestri, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu:
2.1. Proses Terjadinya Interaksi: Langsung atau tidak langsung
Kompetisi  diwujudkan dalam bentuk hambatan pertumbuhan terhadap tanaman lain. Terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Hambatan langsung misalnya efek allelopathy. Hambatan tidak langsung melalui berkurangnya intensitas cahaya atau berkurangnya ketersediaan air dan udara.
2.2. Faktor Penyebab Terjadinya Interaksi
2.2.1. Populasi Maksimum
Konsep daya dukung alam menggambarkan tentang jumlah maksimum dari suatu spesies di suatu area. Apabila satu spesies lebih banyak dari yang lain maka spesies tersebut lebih kompetitif yang mengakibatkan spesies lain mengalami kepunahan.
2.2.2.  Keterbatasan Faktor Pertumbuhan
Salah satu syarat terjadinya kompetisi adalah keterbatasan factor pertumbuhan seperti air, hara dan cahaya. Kekurangan salah satu factor tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas tanaman. Sehingga pengetahuan tentang ilmu tersebut sangat diperlukan dalam pelaksanaan agroforestri.


2.3. Jenis Interaksi Pohon - Tanah - Tanaman
Pada prinsipnya ada tiga macam interaksi di dalam system agroforestri yaitu:
2.3.1. Interaksi Positif (saling menguntungkan) : Jika peningkatan produksi satu jenis tanaman diikuti oleh peningkatan produksi tanaman lainnya.
Contoh interaksi positif:
a. Daun dari pohon yang gugur ke tanah berguna sebagai mulsa yang akan dimineralisasi sehingga meningkatkan penyediaan unsure N yang berguna bagi tanaman semusim.
b. Akar pepohonan membantu dalam daur ulang hara ( recycled nutrients ).
c. Pensuplai Nitrogen tersedia bagi akar tanaman, baik melalui pelapukan akar yang mati, maupun melalui fiksasi N-bebas dari udara.
d. Mempertahankan kandungan bahan organic tanah dan memperbaiki struktur tanah.
2.3.2. Interaksi Netral : Bila kedua tanaman tidak saling mempengaruhi, peningkatan produksi tanaman semusim tidak mempengaruhi produksi pohon atau sebaliknya.
2.3.3. Interaksi Negatif ( Interference) : Bila peningkatan produksi satu jenis tanaman diikuti oleh penurunan produksi tanaman lainnya. Atau terjadi penuranan produksi keduanya.
Contoh interaksi negatif:
a. Naungan : dapat mengurangi intensitas cahaya.
b.Kompetisi antar akar pohon dalam memperebutkan air dan unsure hara dalam tanah
c. Pohon dan tanaman semusim dapat menjadi inang hama dan penyakit.


3. BAGAIMANA MENGANALISA INTERAKSI POHON DAN TANAMAN SEMUSIM SECARA KUANTITATIF?
Keberhasilan system tumpang sari dapat dianalisa dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Y system = Y pohon + Ytan. pangan = Y pohon + Y tan. pangan,0 + F – C
Dimana:
Y system                     = produksi total dari system pohon + tanaman semusim
Y pohon                     = produksi dari hasil panen pohon pada system tumpangsari
Ytan. pangan                 = produksi dari hasil panen tanaman semusim pada system tumpangsari
Y tan. pangan,0              = produksi tanaman semusim pada system monokultur, pada jenis tanah
yang sama
F                             = pengaruh positif dari pohon terhadap tanaman semusim melalui
perbaikan kesuburan tanah
C                             = pengaruh negatif dari pohon terhadap tanaman semusim melalui
kompetisi akan cahaya, air dan hara.
                        Terjadi interaksi positif, bila F < C
                        Terjadi interaksi negatif, bila F > C




Penghitungan dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu:
3.1. Model Mulsa dan Naungan ( Mulch + Shade Model )
Pohon yang cepat pertumbuhannya memberikan pengaruh positif dengan menghasilkan banyak serasah sebagai mulsa, namun pohon  tersebut juga memberikan pengaruh negative dengan mengakibatkan naungan yang besar. Dengan model ini dapat diperkirakan bahwa pengaruh positif mulsa untuk perbaikan kesuburan tanah terutama terjadi pada tanah-tanah miskin, sedangkan pengaruh negative dari naungan lebih banyak terjadi pada tanah yang subur.
3.2. Model Penggunaan Air hara dan Cahaya (WaNulCas: Water, Nutrient and Light Capture)
Model ini berpijak pada program STELLA II dengan mempertimbangkan:
a. Neraca air dan N pada empat kedalaman dari profil tanah, serapan air dan hara oleh tanaman semusim dan pohon yang ditentukan oleh total panjang akar dan kebutuhan tanaman.
b. Sistem pengelolaan tanaman seperti pemangkasan cabang pohon, jarak pohon, pemilihan spesies yang tepat dan berbagai dosis pemberian pupuk.
c. Karakteristik pohon, termasuk distribusi akar, bentuk kanopi, kualitas serasah. Tingkat pertumbuhan maksimum dan kecepatan untuk pemulihan kembali setelah pemangkasan.
3.3. Bagaimana Cara Menganalisis dan Mensintesis Interaksi Pohon - Tanah - Tanaman Semusim pada Sistem Agroforestri?
Dilakuan melalui pendekatan. Yang perlu dilakukan adalah mengukur komponen dalam persamaan, pengukuran proses yang terjadi secara kuantitatif, sintesa model untuk melakukan perbaikan pengelolaan agroforestri.
Model simulasi pendekatan yang dilakukan perlu divalidasi pada berbagai kondisi yang sebenarnya di lapangan.

4. BAGAIMANA MERANCANG PERCOBAAN DI LAPANGAN UNTUK MEMISAHKAN PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF POHON?
Dari segi biofisik, system agroforestri memberikan keuntungan bila sebaran tajuknya tidak membatasi penyerapan cahaya bagi tanaman semusim. Pendekatan empiris secara langsung untuk mengkuantifikasi pengaruh menguntungkan dari bagian atas tanah relative lebih mudah daripada bagian bawah tanah. Sumber energy yang tersimpan untuk jangka panjang menimbulkan kesukaran untuk memutuskan apakah sumber tersebut dapat atau tidak dipakai di luar konteks agroforestri. Guna menghasilkan estimasi keuntungan  per musim, ,model simulasi Interaksi Pohon – Tanah dan Tanaman Semusim dalam agroforestri harus lebih mempertimbangkan pengaruh masing-masing komponen dalam menyerap air dan hara setiap hari.
5. MENGELOLA INTERAKSI POHON – TANAH – TANAMAN
Kunci keberhasilan dalam system agroforestri sangat tergantung dari pengelolaan pohon yang dapat menekan pengaruh yang merugikan dan memaksimalkan pengaruh yang menguntungkan.
5.1. Menekan Pengaruh Negatif Pohon
Interaksi pohon – tanah – tanaman tergantung pada pertumbuhan dan bentuk spesifik dari pohon yang dapat dipengaruhi oleh adanya pengelolaan tajuk tanaman, pengelolaan itu antara lain:
a. Mengatur Tajuk Pohon
Dengan mengatur jarak tanam sekaligus melakukan pemangkasan beberapa cabang pohon sehingga jumlah cahaya yang diterima tanaman bisa maksimal.
b. Mengatur Pertumbuhan Akar
Pemangakasan harus memperhatikan tinggi pangkasan dari permukaan tanah dan frekuensi pemangkasan. Tinggi pangkasa yang terlalu dekat dengan permukaan tanah akan mendorong terbentuknya akar-akar halus sehingga terjadi kompetisi air dan hara. Demikian pula dengan frekuensi pemangkasan yang tinggi mengakibatkan perakaran yang dangkal sehingga pohon menjadi kuran tahan terhadap kekeringan.
5.2. Meningkatkan Pengaruh Positif Pohon : Pemilihan Jenis Tanaman Naungan
Pemilihan tanaman naungan perlu memperhatikan jenis tanaman yang sesuai pada berbagai zona agrosistem di Jawa. Karena tidak semua tanaman toleran terhadap naungan.
6. PENUTUP
Setiap komponen penyusun agroforestri berperan dalam mengubah lingkungannya. Perubahan ini bersifat merugikan bagi komponennya. Keberhasilan usaha pertanian menggunakan system agroforestri sangat bergantung pada tingkat pemahaman interaksi antara pohon-tanah-tanaman.

2 comments:

  1. good,... informasi yang menarik dek ^__^
    Alangkah baiknya di berikan pustakanya...

    ReplyDelete
  2. pustakanya dapet dari dosen kak... heheehhehe

    ReplyDelete